Era Demokrasi, AJI: Kebebasan Pers Terdegradasi 

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ika Ningtyas mengungkapkan adanya degradasi demokrasi yang mengancam kebebasan pers selama beberapa tahun terakhir.

 

“Demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran karena penyerangan terhadap kebebasan berekspresi itu banyak dilakukan,” ujar Ika dalam Pelatihan Jurnalisme Inklusif SETARA Institute pada Rabu (21/02/24).

 

Ika menjelaskan bahwa kebebasan pers merupakan bagian dari kebebasan berekspresi. Media berperan dalam memberikan informasi yang memuat kritik dan edukasi yang dapat membuat publik mendapatkan informasi-informasi baru. Sehingga penurunan kebebasan pers merupakan tanda adanya penurunan demokrasi.

 

Menurutnya hal tersebut ditandai dengan penyalah-gunaan hukum UU ITE, KUHP, UU 1/1946 seperti pada kasus Fathia Haris. Kemudian terdapat mata-mata di ruang digital, serangan digital (peretasan, doxing, harassment, blokir, internet shutdown), pasukan siber, kekerasan pada masa aksi, seperti dalam aksi revisi KPK, KUHP dan omnibus law.

 

Menyetujui pernyataan Ika, Sayyidatul Insiyah (Fasilitator SETARA Institute) mengungkapkan Indikator kebebasan berekspresi selalu menjadi indikator paling rendah dibandingkan dengan indikator lain dalam riset yang dlakukan oleh SETARA Institute.

 

“Dari skala 1-7 itu tidak pernah melebihi angka 2, selalu 1 koma”, ujar Sayyidatul Insiyah.

 

Ika juga menjelaskan demokrasi yang berkualitas dapat memberikan hak kebebasan setiap orang untuk mengekspresikan dan menerima informasi, ide, pendapat, serta mengirimkan segala jenis informasi dengan media apapun.

 

“Meskipun belum menjadi pers yang diakui, tetapi setiap orang itu memiliki perlindungan hukum secara internasional maupun nasional,” jelasnya. (Anisa).

Baca Juga :  Kobarkan Api Semangat Perjuangan Kiai Hasyim Asy'ari, Ini Pesan-pesan Penting Halaqah Pemikiran
Leave A Reply

Your email address will not be published.