RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Meski Indonesia merupakan negara yang dihuni mayoritas oleh umat Islam, namun KH. Said Aqil Siradj menilai bahwa akhlak masyarakatnya masih sangat rendah sekali. Rendahnya akhlak tersebut dilandaskan pada ketiadaan rasa malu kepada Allah, diri sendiri, maupun kepada ummat.
Perihal tersebut ia sampaikan eks Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj saat lounching dan bedah buku yang berjudul “Kiai Pesantren Membangun Peradaban : 70 Tahun Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA di Gedung Dewi Sartika, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (22/2/2024).
Dikatakan Ketua Umum PBNU selama 2 periode bahwa martabat bangsa sejatinya terletak pada akhlak masyarakatnya, bukan semata karena agamanya.
“Akhlaknya rusak, hancurlah martabat bangsa tersebut walaupun agamannya Islam 100 persen misalnya,” tegasnya.
“Kalau akhlaknya baik maka derajat martabat bangsa tersebut akan dihormati oleh seluruh bangsa dan dunia contohnya Jepang, walaupun agamanya gak jelas, (namun) akhlaknya baik semua orang hormat pada orang Jepang,” tambahnya.
Dirinya pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama berpikir dan mengikuti sifat dan laku hidup sang utusan Tuhan, Nabi Muhammad SAW.
“Monggolah kita pikir bareng-bareng ke depan nomor satu wa innamal umamul akhlaqu ma baqiat. Shiddiq, Nabi Muhammad harus bersifat shiddiq, ummatnya pun harus Shiddiq. Begitu shiddiq hilang minyak goreng hilang, itu baru shiddiq, belum amanah, belum tabligh, belum fathonah,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Presiden (Wapres) RI K.H. Ma’ruf Amin memberikan ucapan selamat atas peluncuran buku tersebut. Disampaikannya melalui sambungan virtual dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Ma’ruf mengungkapkan bahwa Said merupakan sosok yang memiliki khazanah keilmuan yang sangat luas.
“Beliau memiliki khazanah pengetahuan keislaman yang luas, mencakup sejarah Islam, sastra, fikih, tasawuf, bahkan sejarah lokal perjuangan kiai kampung yang selama ini jarang tercatat dalam buku,” ungkapnya.
Dirinya berharap agar kiprah Said akan kian mendorong upaya membangun peradaban dan membangun perdamaian.
“Mudah-mudahan jihad beliau dalam menyiarkan ilmu pengetahuan dan budaya Islam di seluruh penjuru negeri dan dunia akan menjadi pelesat kemajuan peradaban Islam, membangun perdamaian, dan melahirkan inspirasi bagi umat dalam perjuangan di masing-masing bidang yang ditekuni,” sebut Wapres.
Ia pun mengapresiasi penerbitan buku yang memuat berbagai pemikiran, gagasan, nilai-nilai, dan pengalaman dari tokoh sekaligus cendekiawan Nahdlatul Ulama ini.
“Saya mengucapkan selamat atas diluncurkannya buku “Kiai Pesantren Membangun Peradaban, 70 Tahun Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A.,” ucap Wapres.
Pada pelucuran buku tersebut, hadir sebagai pemantik acara diantaranya Fachry Ali, Nadirsyah Hosen, Rokhmin Dahuri, serta Sa’dullah Affandi. (Yud)