RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Atok Romli Mustofa (Gus Atok) meminta KPU profesional dan netral sebagai penyelenggara Pemilihan Legislatif (Pemilu) 2024 di Kabupaten Bekasi. Khususnya terkait suara beberapa caleg dari Partai PKB yang suaranya masih mengalami naik turun. ”Jadi KPU dalam hal ini harus benar-benar netral dan profesional,” ujarnya kepada pers di Jakarta, Jum’at (23/02/24).
Menurut Gus Atok, kenetralan KPU sebagai penyelenggara penting sekali, agar suasana tetap adem dan kondusif pasca pencoblosan Pemilu kemarin. ”Kalau NU tidak memihak siapa-siapa, semua harus ikut aturan dan ketetapan KPU,” tegas Pengasuh Ponpes Nurul Huda Setu, Bekasi ini.
Karenanya, lanjut Gus Atok, persoalan celeg semuanya di serahkan kepada mekanisme dan aturan yang ada di KPU. Misalkan pada akhirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan satu kursi, tinggal mengikuti aturan penyelenggara Pemilu dalam menentukan siapa yang akan terpilih. Dirinya tak mau menyimpulkan siapa yang akan terpilih, karena memang tidak mempunyai data suara dan semua Calon Legislatif (Caleg) kontestan warga Nahdlatul Ulama.
“Kami serahkan kepada mekanisme aturan KPU. Kalau memang pada akhirnya Dapil VII, PKB mendapatkan satu kursi, ya monggo sesuai dengan aturan saja kalau buat saya. Karena bagaimanapun semua Caleg PKB di Dapil VII itu warga NU, kader terbaik NU. Ada yang dari Ansor, NU, dan Jatman. Saya kira semua punya kesempatan. karena proses ini betul-betul terbuka,” pungkasnya.
Informasi sebelumnya, perolehan sementara suara Caleg PKB Dapil VII Kabupaten Bekasi Ahmad Tetuko Taqiyuddin, masih terbilang landai. Hasil real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gus Atet sapaannya, masih perlu mendongkrak banyak suara untuk melenggang ke DPRD.
Di pertarungan Dapil ”Neraka” suara Atet tertinggal dengan rekan satu partainya, Boby Agus Ramdan. Diketahui hingga 20 Februari 2024 dengan progress 248 dari 1319 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau 18.80 persen, Atet sementara hanya mengantongi 39 suara. Sementara Boby meraup 137 suara.
Sebagai pucuk pimpinan tertinggi organisasi GP Ansor Kabupaten Bekasi, Atet yang juga dinobatkan sebagai Panglima Santri Kabupaten Bekasi, memikul beban nama besar organisasi yang dinakhodainya.
“Kalau saya masih haqqul yaqin. Artinya kalau pun terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kita tempuh terus sampai realnya di pleno kabupaten. Wajib jadi (terpilih),” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Muaragembong, Satibi, juga tim sukses Atet kepada Radar Bekasi, Selasa (20/2).
Sejauh ini pihaknya mengaku masih mengumpulkan hasil perolehan suara lewat salinan C1 dari masing-masing TPS. Diklaim, hasilnya jauh berbeda sehingga pihaknya berkeyakinan perolehan suara akan meningkat.
“Kita juga punya inputan, ya sangat jauh berbeda. Makanya sambil berjalan, kita mengumpulkan bukti-bukti C1 salinan dari masing-masing TPS,” ucapnya.
Namun pria yang akrab disapa Tibi ini mengakui bahwa perolehan suara Gus Atet masih dibayangi rekan satu partainya, Boby Agus Ramdan. Kendati demikian kata Tibi, perolehan suara pimpinannya ini diklaim masih di atas rekan satu partainya, meski jarak terpaut tipis.
“Berdasarkan hitungan kita Baba Atet masih di atas, selisih sedikit dengan Boby. Itu hasil perhitungan manual C1 salinan dari beberapa TPS. Kita sudah mengkondisikan sahabat-sahabat yang lain, terkait apa-apa yang perlu kita kumpulkan untuk mengetahui sebesar apa suara Baba Atet. Jadi kerja terus kerja masih kita lakukan,” ucapnya.
“Kalau jumlah suara yang sudah terkumpul saya kurang tahu detailnya. Tapi dari sumber-sumber yang input itu masih diatas bang Boby,” sambungnya.
Saat ini, Tibi memastikan, para punggawa GP Ansor bekerja secara bersama-sama untuk kemenangan pimpinannya dalam pencalonan sebagai wakil rakyat. Termasuk dirinya, meski bukan pengurus PAC GP Ansor di wilayah Dapil VII, namun tetap ikut andil dalam memperjuangkan pimpinannya untuk melenggang ke Gedung DPRD.
“Walaupun saya dari utara, dari Muaragembong. Tapi kepada sahabat-sahabat yang berada di wilayah Cikarang Timur, Cikarang Selatan, dan Cikarang Utara, saya selalu komunikasi,” ungkapnya. (hud)