RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia KH. Prof. Nasaruddin Umar merasa bangga dan mengapresiasi berbagai gelar kesenian dalam Santrivolution: Malam Penutup Rangkaian Hari Santri Nasional 2024 di Ciputra Artpreneur, Jakarta pada Senin (21/10/2024).
“Saya sangat bangga, bukan karena baru saja dilantik sebagai menteri, tetapi menyaksikan penampilan-penampilan santri pada malam ini. Ini seumur hidup saya baru menyaksikan ada orkestra yang tersusun dari santri ini,” kata Prof. Nasar.
Sebelum menyampaikan sambutannya, Prof. Nasar menyempatkan untuk menanyakan asal orkestra musik pengiring Santrovolution pada para anggota. Beliau merasa takjub karena para pengiring ini merupakan kumpulan para santri yang tergabung dalam NU Light Orchestra ini berkolaborasi dengan kepiawaian masing-masing dalam memainkan alat musik.
Menag juga mendorong para santri tidak takut untuk berekspresi dan berkarya dalam kesenian.
“Jangan takut para santri untuk memainkan seni,” ujar Menag.
Prof. Nasar mengisahkan saat Rasulullah mengundang seniman Habasyah untuk menghibur orang yang sedang berlebaran.
“Jadi, kesenian dengan pondok pesantren adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan,” kata Prof. Nasaruddin Umar. Ia menyampaikan bahwa seni merupakan salah satu cara untuk melembutkan hati sebagaimana tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin
Pada kesempatan tersebut, Prof. Nasar juga menantang para santri untuk berani berpikir dengan cara yang lain. Ia juga mengimbau, dengan cara berpikir yang out of the box para santri harus jeli melihat peluang yang belum diisi oleh orang lain dan masuk ke dalam ranah tersebut dengan landasan masih dalam koridor esensi agama Islam.
“Mari kita memaknai Hari Santri Nasional ini dengan sebuah prestasi yang gemilang,” ujar Menag.
Para Malam Penutupan Rangkaian Hari Santri Nasional 2024 Santrivolution hadir pula Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Abu Rokhmad, dan ratusan santri yang berasal dari Jabodetabek.
Ekalavya